" I Will Kill Yona " Part 12

" jadi apa yg akan kau lakukan ?" eddie duduk disana sambil memandangi ku , yang baru kabur dari rumah sakit.
" belakangan ini aku teringat pada vivi , aku rasa aku akan pergi menemui nya " kata ku sambil menganti baju rumah sakit , dengan kaos biasa.
" aku rasa itu tak akan bisa kau lakukan " eddie tertunduk , aku pun berjalan menghampiri nya . " apa maksud mu dengan tak bisa , aku ingin kau menemukan di mana vivi " aku mengangkat wajah nya yang tertunduk. " maaf kali ini aku tak bisa membantu mu " eddie menepis tangan ku dan bangkit berdiri , dia lalu berjalan ke arah kulkas dan mengambil sebotol susu coklat dan meminum nya.

aku hendak berjalan ke arah nya ketika pintu rumah eddie di ketuk oleh seseorang , aku pun mengecheck pintu depan , saat aku membuka pintu seorang gadis langsung berlari dan memeluk ku , " chris aku merindukan mu " kata nya , aku tak mengenali gadis ini , karna aku tak pernah memiliki teman kecuali eddie dan edward. " siapa kau ? " kata ku sambil berusaha melepas pelukan gadis itu tapi cukup sulit karna dia memeluk dengan keras . setelah berhasil melepas pelukan nya aku baru bisa memperhatikan nya , dia memakai kemeja planel biru serta celana jeans hitam. " ihh masa nggak kenal ini aku vivi teman kamu dari kecil jangan jangan kamu lupa ya ? " dia memandang ku dengan ekspresi kesal , dia melipat kedua tangan nya di depan dada untuk mempertegas kekesalan nya.

aku langsung memeluk nya , aku merindukan nya sudah 10 tahun aku tak melihat nya , dia terkejut dan mencoba melepaskan pelukan ku tapi aku tak peduli aku terus memeluk nya. namun kemudian suara tembakan meletus dari balik punggu vivi , aku melihat dia terjatuh darah memenuhi tangan ku , aku mencari asal tembakan tadi dan aku melihat eddie disana dengan sebuah 9mm dan ujung pistol itu masih mengeluarkan asap. eddie baru saja menembak vivi , teman kami dan kecil , seseorang yang aku percayakan kepada nya untuk di lindungi dan sekarang dia menembak nya.


aku mambaringkan vivi di lantai dan menendang eddie hingga jatuh menghantam lantai ,  aku memukul wajah nya lagi dan lagi dia tapi dia menendang ku mundur ke belakang . dia menahan kedua tangan ku tapi aku menendang punggung nya hingga dia jatuh kesamping. aku lalu berdiri dan mengangkat nya dan melempar nya ke atas meja hingga meja itu hancur. aku lalu mengambil kursi dan memukul eddie dengan itu , aku lalu menarik kerah baju nya tinggi tinggi. " kenapa kau lakukan itu , kenapa kau membunuh vivi ? " hidung dan bibir nya mengeluarkan darah serta mata nya membiru " vi..vi sudah ... mati " kata nya sambil menahan rasa sakit. jawaban apa itu kau baru menembak nya , aku melempar nya ke meja komputer dan eddie menghantam monitor lalu jatuh ke lantai , aku lalu mengambil pistol tadi dan menghampiri eddie " vivi bunuh diri sehari setelah kau pergi " jawaban eddie tadi menghentikan langkah ku , pistol tadi terlepas dari tangan ku dan jatuh menghantam lantai.

aku lalu duduk di depan nya , " apa maksud mu vivi bunuh diri , apa dia bunuh diri karna aku pergi " eddie mengelengkan kepala nya , dia lalu berdiri dan aku membantu nya dia berjalan ke arah gadis tadi lalu meludahi nya ."  dia bukan vivi " lalu dia berbalik dan menatap kearah ku " malam setelah kau pergi , aku melihat pak bagus memperkosa vivi " dia nampak kesakitan dengan luka di badan nya , aku mencoba membantu nya tapi di menolak lalu dia duduk di sofa mencoba sedikit menghilangkan rasa sakit nya. " maaf kan aku , aku tak tahu kejadian yang sebenar nya " aku lalu mengambil kotak obat dan meletakkan nya di sebelah eddie.

" aku yang marah langsung menusuk pak bagus dari belakang dan mengubur mayat nya , tapi saat aku kembali vivi sudah menusuk perut nya sendiri dengan pisau . aku bodoh seharus nya aku membuang pisau itu jauh jauh sebelum mengubur mayat sialan itu , HYAAAAA " eddie melempar kotak obat itu jauh jauh , air mata mulai turun di pipi nya " aku seharus nya tak meninggalkan kalian berdua maaf kan aku " aku hanya bisa tertunduk tapi kemudian sebuah tendangan mendarat di pipi ku hingga aku menghantam lantai. " ayo aku antarkan ke makam vivi , ini salah kita berdua jadi ayo kita minta maaf kepada nya " eddie mengulurkan tangan nya untuk membantu ku bangun , kemudian kami pergi ke makam vivi.

makam vivi ada di bukit kecil di belakang panti asuhan kami dulu , tak ku sangka aku akan kembali ke tempat ini , terlebih untuk melihat makam vivi. makam itu terawat dengan baik , tak ada rumput yang tumbuh disekitar nya , tak ada sampah dan ada foto vivi di atas nya , lebih tepat nya foto vivi , aku dan eddie . " aku yang mengurus makam vivi sampai aku bisa memberitahu mu " eddie lalu duduk di samping ku. " maaf vi , kita harus bertemu seperti ini , aku gagal menepati janji ku kepada mu " aku memandang foto itu , disana dia terlihat cantik dengan dress kuning nya , iya foto itu di ambil saat ulang tahun vivi yang ke 9 sehari sebelum aku pergi.

" kalau kau tak bisa menyelamatkan vivi , paling tidak selamatkan lah kembaran nya yona " kata eddie sambil membersihkan foto itu dari debu. " yona adalah kembaran dari vivi , dari mana kau tahu itu ? " aku menarik pundak eddie hingga perhatian nya terfokus ke arah ku. " aku menemukan fakta itu beberapa minggu yang lalu , kedua orang tua mereka adalah dosen genius yang menemukan sebuah teori yang membuat nyawa mereka dalam bahaya. vivi di culik saat masih berumur 2 tahun dan aku meminta mereka untuk mengirim orang untuk melindungi yona dan mereka mengirim mu." eddie lalu berdiri dan menaruh sebatang coklat diatas makam vivi. " mereka , maksud mu kau yang meminta orang untuk membunuh yona " aku melihat nya dan dia hanya geleng geleng . " tidak aku meminta mereka untuk melindungi yona , karna yona adalah vivi , ayo bantulah aku menyelematkan yona aku mohon " eddie lalu mencium nisan vivi dan berdoa. " baiklah jika aku tak bisa melindungi vivi paling tidak aku harus bisa menyelamatkan yona " aku lalu berdoa untuk vivi dan kami berdua pulang




Created By: Chris Vylendo


Source: 
- Fanfiction Yona JKT48
- FF JKT48
- Cerita JKT48

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »